Menikah Usia Muda
mengapa ada yang memutuskan untuk menikah muda?

inspirasi dari Casey Stoner dan bangau putih
Ketika mengetik judul postingan ini, saya tertawa getir
Karena sampai saat ini….inilah satu-satunya postingan himbauan di blog
Annunaki dimana saya sendiri sebagai admin tidak melakukannya!
Artikel ini terinspirasi oleh Casey Stoner,
itu lho pebalap MotoGP yang pernah jurdu bersama pabrikan Honda dan
Ducati. Casey menikah di usia yang amat belia. Ia berkisah demikian
tentang pernikahannya dengan istrinya, Adriana:
Saya lebih memilih tradisi sebagai masyarakat kuno, sebab seperti Anda ketahui saat ini pemuda dan pemudi Australia terkenal akan kebiasaan hidupnya yang bebas. Saya masih ingin mempertahankan tradisi masa lampau Australia, dan karena itulah tidak ada jalan lain bagi saya selain meminang Adriana secara baik-baik daripada melakukan hal-hal yang kurang terpuji.
http://id.wikipedia.org/wiki/Casey_Stoner
Casey Stoner pertama kali bertemu dengan Adriana Tuchyna
yang berasal dari Adelaide pada balapan MotoGP Australia 2003.Saat itu
Stoner memberikan tanda tangan di perut Adriana, setelah perempuan
Australia ini “sedikit” memaksa Stoner agar mau menandatangani
perutnya. Hubungan antara Stoner dan Adriana dimulai di tahun 2005 saat
Adriana berusia 16 tahun. Kemudian pada tahun 2007, pasangan ini sepakat untuk menikah!
Komentar Casey diatas betul-betul
membuat saya tercenung. Di tengah-tengah terpaan kultur hedonis,
liberal dan sekularisme yang melanda remaja dan anak muda dunia Barat
(occident) dan kini Timur (orient), masih ada yang berpikir demikian
‘konservatif’ .
Pilihan hidup Casey mungkin menjadi
bahan cemooh bagi anak-anak muda seusia dia di Aussie sana (mungkin
juga di Indo sini). Namun keputusan menikah muda dan memertahankan
idealisme “dunia kuno” terus terang saya kagumi. Well, Casey..saya gak
seberani kamu deh *standing applause* . Menurut saya, keputusan ini
membutuhkan keberanian dan nyali besar.
Mungkin ada yang berkilah…well Casey
kan Jurdu MotoGP tuh, duitnya juga bejibun, jadi wajar dong kalo dia
memutuskan untuk menikah. Ok, masuk akal. Namun saya juga melihat
banyak anak muda dan dewasa muda yang duitnya bejibun, mapan tapi
memutuskan untuk menunda pernikahan dengan banyak alasan
. Jadi faktor duit bukan satu-satunya variabel mengapa banyak orang menunda pernikahannya.
Di blogosphere ini saya menemukan
seorang narablog yang mengambil keputusan sama dengan masbro Casey.
Dialah Bangau Putih. Kisah pernikahannya bisa anda baca disini . Bangau Putih : saya angkat topi untukmu sis. Brave Soul!
Tak pernah terlintas dibenakku sebelumnya bahwa aku akan menikah di usia yang terhitung masih sangat muda. Dua puluh tahun, masih muda banget, kan? Padahal sejak remaja, aku selalu berandai-andai dan meyakinkan teman-teman se-Gank, bahwa kelak akulah yang paling terakhir menikah diantara mereka. Alasannya sederhana saja, sebagai ketua Gank, aku termasuk perempuan maskulin yang kemana-mana selalu bergaya gagah bak lelaki
preview kisah percintaan dan pernikahan si bangau putih
Keputusan dan alasan di balik keputusan
itu sudah pasti beda-beda. Termasuk keputusan untuk menikah di usia
muda. Apapun keputusan anda, hidupi dan buktikan kepada diri anda
sendiri bahwa keputusan yang anda ambil benar! (benar-benar membawa
kebahagiaan)






0 komentar:
Posting Komentar